Sunday, December 03, 2017

December oh December

Hari ini tanggal 3.
My favorite number of all time.
With a really weird, funny reason behind that.


--


Sebenernya gue mau memberikan a little appreciation--more like reward to myself, setelah melewati 11 bulan belakangan kemarin. Terutama dari bulan Agustus sampe November. All I could do was just thinking, analyzing, guessing, being traumatized, highly getting rid of people I don't like, focusing a lot on myself, begitulah.

"Heartbreak changes people"

And I know, at some aspects in my life, I have changed. A bit. Or even the whole me.


Tapi ya, lama-lama, gue nggak mau hidup dalam kesedihan gue, sih. Not even in everyone's grievance. Nggak ada yang mau. That's why I stopped thinking for what happened back then, not looking for closure. And when I stopped looking for closure, the answer just emerged by itself. Terus sekarang gue ketawa-tawa aja. :))


Semoga bulan Desember membawa banyak hal yang bisa bikin gue lebih maju dan coba cepetan akhir Desember ya, tolong, aku pengen pulang ke rumah. :(

Wednesday, November 15, 2017

It's That Time of The Year

It is that time of the month after my despairing-cringe months, where I could finally laugh happier than usual. I feel a little more happier, a little less sadder, a big amount of thankfulness to God.
Time heals. Truly. Really. Indubitably. Never have I doubt I ain't going to be okay in the end, or I will never be okay. Never. Never in a million times I speak to myself that I will recover. And guess what? It works. The power of believing in miracles. I sound like a hypocrite, I know. I am not a motivator in a nutshell, will never be. But I went through this phase already and I am telling you all that all of you are going to be okay. It's just a matter of time.
I keep this in mind, all the time, "When something/someone left, God is going to replace it with something/someone new" hopefully to something better. Now I am having a very peaceful inner self. Not worried, yet merry.

Monday, October 30, 2017

Oh, adulthood

I can't say no to this:
Entah ini stabilitas emosi gue yang lagi keganggu karena perihal bulanan perempuan, atau emang sebenernya mungkin mental gue yang sekarang lagi nggak sehat, tapi akhir-akhir ini gue ngerasa banget akan dinamika emosi gue yang semakin aneh. I mean aneh, karena previously, gue ngerasa gue sehat secara mental, stabil, mateng, bahagia. But then, I cracked up yesterday. Perihal suatu hal yang gue pikir, it shall not bother me anymore. Bicara hal ini jauh dari perihal agama, I mean, gue di satu sisi nggak getol-getol amat berdoa untuk minta diteguhkan di atas suatu kebenaran, karena menurut gue, I can handle it by myself. Tapi at some point, gue kecewa lagi dan lagi. Mungkin di situ juga gue diingetin kalo gue nggak ada kekuatannya dibanding Sang Pencipta. Tell me I'm right, right?

Setelah curhat ke beberapa orang (I can barely handle myself to keep it only to myself), I got one certain answer that I finally could keep in mind, which is, stop questioning. Iya, stop questioning hal-hal yang emang nanti bakal mengganggu kebahagiaan hidup gue, ketenangan hidup gue, hal seperti itulah. Bahasa sekarangnya, "gak usah kepo". That's it. I know from the very start kalo gue gak perlu tau lebih lanjut lagi. Kasarnya, berlakulah secuek yang gue bisa. Secuek gue biasa. Or at least, if I couldn't make it, fake it til I make it. Itu prinsip gue pribadi.

Menimbang-nimbang hal yang udah gue lewatin, siang dan malam yang gue abisin buat nangisin hal kayak gini, sakit hati karena ternyata realitanya nggak sesuai sama angan-angan gue, bikin gue banyak merefleksi apa yang sebaiknya gue lakuin ke depannya. Banyak juga yang sebenernya gue lakuin di saat gue jatoh kayak gini. This is my very first time being like this. If being an adult means going through this phase, then I'm ready to embrace my hopefully bright future ahead.

Salam

Tuesday, August 15, 2017

Aduh

Gue emang gak sepatutnya nulis begini di sini. Kalo kata Amel, kita (gue dan temen-temen ETF gue) bukan lagi mau ngadepin perang sama Israel, melainkan ini hal yang bisa diselesain. Sepatutnya, kuliah itu aktif sejadi-jadinya yang kita bisa. Tapi tolong, jangan gegabah. Sejauh ini gue cuma ikut 2 organisasi dan aktif di keduanya.

Gue semacam punya love-hate relationship sama yang namanya proses. Ada jatuh bangun di dalemnya. Gue suka proses karena no matter what, it will take you to the ending. Gue benci proses karena lo gak punya ide tentang apa yang bakal terjadi ke depannya, segimanapun kalian berangan-angan dan persiapin sedini mungkin.

Yang sekarang gue hadepin adalah ngebersihin semacam sisaan/bekasan kotoran orang. Iya, semacam itulah kasarannya. Dari bersihin bekasan itu, gue lagi belajar tentang teamwork, belajar mengontrol emosi, belajar banyak hal baru yang sebelumnya nggak pernah gue dapetin karena gue yang extra pemalas.

Intinya sekarang adalah gue pengen banget balik ke rumah, merasakan liburan yang sesungguhnya tanpa harus ngurusin tetek bengek kehidupan non kampus, mengasingkan diri dari kehidupan sehari-hari yang biasanya gue jalanin sekarang. Kadang gue pengen cepetan aja semester 5. Biar cepet aja. Cepet lulus. Aamiin.

Thursday, July 27, 2017

Jadi OC ETF AIESEC

Setelah sekian lama nggak nulis karena perihal males (karena gue gak pernah ngerasa sibuk, sesibuk-sibuknya gue masih bisa gegoleran), akhirnya nulis lagi. Kali ini, sebenernya gue pengen banget cerita banyak hal yang udah gue lewatin selama libur kuliah ini. Libur kuliah gue dibilang produktif ya produktif, sih, karena ternyata, project AIESEC yang lagi gue pegang ini super seru. There'll always be chaotic conditions where we can't handle the pressure, tapi baru 1/8 perjalanan aja, gue udah seneng banget.
Ekspektasi gue banyak. Ketemu temen baru, punya pengalaman organisasi, ngajar, self development skill, dan lain-lainnya. Gue belom ngerasain banget sih ada perbedaan dalam diri gue dari gue ikut project ini. Harapan gue nggak muluk-muluk sebenernya, buat menjadi pribadi yang lebih baik dan ngasih impact positif ke orang sekitar, dan orang senang akan apa yang gue kasih, dan juga berguna buat mereka, jadi pahalanya ngalir terus. :)
Gue belajar banyak hal. Cuma itu nggak membuat gue cukup cerdas untuk menyadarkan gue dengan situasi dan kondisi yang gue hadapin sekarang. Pokoknya, whatever riddles I'm facing, I'm gonna keep it to myself and challenge myself to do more. Harusnya gue udah nargetin dari awal ya sebenernya di tahun ini gue mau achieve apa, dan alhamdulillah ada yang udah gue bisa capai, alhamdulillah nya lagi gue bisa nambahin keinginan-keinginan gue di hampir penghujung tahun. Nggak apa-apa, nggak ada kata telat buat belajar, bener kan?
Terus gue beruntung banget punya orang tua yang suportif. Gue (dan teman-teman gue, biar gak terkesan egois) rela-relain motong liburan kuliah 3 bulan buat ngerjain project ini, dan hasilnya? Gue super suka. Menurut gue, mungkin mereka berpikirnya selama itu positif dan tidak "membabukan" gue, then they're fine. And truth be told, AIESEC sama BEM/HMJ itu beda banget dan gue pada akhirnya jatuh cinta sama AIESEC. Maha besar Allah yang membolak-balikan hati.
Sebenernya tanpa harus exchange ke luar negeri mahal-mahal (uang gue BELUM banyak) (omongan adalah doa) (jangan bilang "uang gue gak banyak"), jadi OC project juga udah lumayan banget kok. Tapi gue personally jadi pengen sih nyoba exchange, tapi apadaya kalo nanti malah nggak lanjut kuliah, hadeuh, naudzubillah.
Intinya, gue super sangat bersyukur sama kegiatan yang sekarang gue jalanin. Ngerasa dibebani, ya, terkadang, karena harus bangun pagi dan EP pada tepat waktu semua. Salah satu yang perlu gue ubah adalah pola tidur gue, tidur super kebo ini andalan banget sebenernya. Tapi gue selalu ngerasa ngantuk dan ngantuk, all over again.

Wednesday, May 24, 2017

if i could ever make a poem out of you,
i will not write anything good about you
neither about your madness.




i'll write how i, eventually, being captivated by you,
how we're being equitable
to each other
of our own feelings.

Monday, March 27, 2017

Kuliah akhir-akhir ini

Gak mau ngeluh seberapa sibuknya timeline pra produksi film gue, karena gue sangat senang disibukan dengan hal-hal yang gue senengin. Kenal orang-orang baru, belajar banyak hal seru, and the list goes on. Alhamdulillah ada peningkatan di tahun 2017, menjadi lebih produktif. Minus nya semua pada sibuk, udah gak ada jalan-jalan seru kayak waktu semester 1 lagi. There will always come the rainbow after the rain, semoga setelah kepenatan ini semua, ada liburan dari Papa. *yehehe*

Sekarang gue lagi megang 2 acara, maksudnya, jadi staff divisi dari 2 acara yang berbeda dengan divisi yang berbeda, yang bisa dibilang sangat kebalikan. Gue juga lagi apply buat jadi OC ETF 1617, doain ya :') bikin bookletnya susah, bikin CV nya last minute banget, doain keterima ya :') aamiin.

Eh, gue baru inget HAHAHAHA kalo 2 hari yang lalu, gue baru jalan-jalan bareng incomplete formation of my production team, aka cuma berempat, tapi yang foto cuma bertiga, gue, Mayunda, dan Sony. Kita pergi ke Jatim Park 1, lumayan lah ya. Abis itu ke pos ketan, lalu minum susu KUD, akhirnya terpenuhi keinginan gue buat ke pos ketan.





Gak banyak foto-foto sedihnya. Sebenernya gue pengen bangetnya ke Jatim Park 2, tapi mahal kalo weekend, sedih. Gapapa, yang penting jalan-jalan. Gue berasa mahasiswa banyak uang, deh, jalan-jalannya ke Jatim Park HAHAHA, padahal I'm broke.

Malang akhir-akhir ini hujan terus, dingin, gue sebelum mandi, kedinginan, setelah mandi kedinginan, norak anaknya, gimana di Eropa (ya Allah, mau beneran dong ke Eropa, aamiin). 

Udah ah, mau nonton film lalu beresin kamar lalu mandi. Laluuuuuuuuuu nanti sore nonton Beauty and The Beast, hamdalah. 


Tuesday, February 28, 2017

Why do we need to learn self-love?

I often get insecure by examining someone's pretty face, kind heart, nice attitude and smart mind with serene soul.




I feel insecure, a lot. Or maybe, I'm insecure outta my conscious mind everyday. I ever cried in the middle of an event, where there's this pretty girl who was the highlight of all, everybody be like noticing her, adoring her beauty, looked as flawless as she's always been and as far as I noticed, she was being treated differently and more pleasantly. She got all eyes in the room, looking at her.





This is the number one reason why we must learn self-love. To know your worth, to not feel being compete by others' beauty, to know that you're a gem, a diamond, to those who're feeling lucky to have you in their life. :)x

Saturday, February 11, 2017

Friday, February 03, 2017

List of 10 Things That Makes Me Happy

1. Hanging out with old friends.
2. Listen to old or new good songs.
3. Good movies, indeed.
4. Family reunion.
5. New books & stationery.
6. Shopthrifting.
7. Rock Salt Cheese with Cocoa from Share Tea and Hazelnut Chocolate Milk Tea.
8. Watching Peaceful Cuisine's no music cooking videos. (It sounds heavenly!)
9. New perfume, shoes, bags, and clooothes.
10. Pursuing the major I've been dreaming (which happens to me)

Tuesday, January 24, 2017

" we will still remain as friends, won't we? "



i startled.

i wish fate didn't make us as friends,

but

as lover.





i love you.



" yes, we will. "




i said. reluctantly.







Sunday, January 22, 2017

The Year of Taking Risks

Hai. Akhirnya gue nulis lagi. Ini hari ke-4 gue di rumah. Libur semester got me spending my savings on foods yet my energy gone wasted zero. Gue cuma mau cerita how I plan 2017 to turn out like, karena as we all know (well, it's actually only myself), 2016 was a heartbreaking slash exhausting yet in the end it makes me happy slash year dan rasanya juga agak hambar karena gue banyak berkutat di akademik doang. Jadi di 2017 banyak harapa-harapan yang berupa non akademik, atau bisa dibilang lebih ke melancarkan soft skill dan looking for another kind of interests of mine. Ngomong apa sih. Intinya gue mau menguak sisi dalam diri gue yang selama ini terkubur. Since 2017 is the year of taking risks and I'm challenging myself to do it.

Pertama-tama, gue belajar. Belajar. Ngendarain. Motor. HAHAHAHA. Malu ih ceritainnya. Jadi gue pernah punya kejadian yang super menyeramkan, which is jatoh dari motor because I couldn't differentiate which one is the brake, which one yang buat ngegas. Singkat cerita, gue nyusruk. Hebatnya, gue nyusruk bertiga karena gue boti atau bonceng tiga, hehe, kecil-kecil alay. Btw itu kelas 4 SD. Gue nyoba ngendarain lagi kelas 9 SMP, berdua sama temen gue. Yet, gemeteran. SMA gue sama sekali tidak menyentuh itu karena gue pas SMA anaknya nggak penasaran aka nggak mau nyoba yang aneh-aneh karena my highschool life was insane dan gue gak mau bikin geger lagi. Akhirnya, gue memberanikan diri buat ngendarain motor lagi pas kuliah ini karena, maaaan, di Malang kalo nggak punya kendaraan rasanya merana (lebay) (tapi serius sih), karena gue mageran gitu kan. It takes 15-20 minutes from kos to FISIP, berhubung kadang gue males jadi kadang gue naik Gojek which will only take 5 mins. Semager itu loh. Terus gue suka nggak ada tebengan kalo misalnya main, kecuali main yang jalan-jalan ke coban gitu karena nggak bakal ada cewek yang bawa motor, only boys are allowed. Kalo gue main, maksudnya misalnya segeng mau main ke mana, suka kurang motor, suka kurang personil, jadi dengan mampunya gue ngendarain motor yang mana nantinya leads me to dikasih motor, gue jadi bisa jalan-jalan seenak jidat, HEHE. Intinya sih, jadi nggak perlu ngeluarin banyak ongkos buat gojek (eh padahal kayaknya murahan gojek) dan belajar menjadi wanita independen, yea.

Belajar versi gue yang kedua adalah belajar main ukulele. Walaupun gue sekarang punyanya masih gitar mainan yang 4 senar, gue tune aja supaya mirip ukulele. Jadi gue bercita-cita buat beli ukulele terus dibawa ke kos, kalo ada waktu senggang, nyanyi-nyanyi sendiri, recording (padahal suara dan skill main gue 0) (ini bukan merendah untuk meroket). Setidaknya gue ada sisi artsy nya sedikit, karena gue gak bisa gambar, sama sekali. Apalagi melukis. Gue disuruh mewarnai aja sering keluar garis. Why.

The third is belajar bahasa jerman lagi. Seriuuuuuuuuuuus. Pengen banget. Gue sejatuh cinta itu sama belajar bahasa, dan bahasa Jerman itu lovable. Maksudnya gini, bahasa Jerman emang susah. Tapi gue pengen bisa ngomong dan nulis fasih dalam bahasa itu, makanya gue pengen banget lagi belajar bahasa Jerman, since woooooy keren banget kan when you can speak more than 2 languages, hehe.

So far, gue baru kepikiran dengan 3 ide ini sih. Yang baru terealisasi 2 ide pertama, karena yang ketiga somehow susah buat nyari wadahnya. Terus gue berharap, when this year ends, I'll turn out to be the brand new me, pokoknya lebih pinter (academically and non ones) terus lebih dewasa. Nggak muluk-muluk sih sejauh ini. Oh iya, sama menjadi bermanfaat bagi orang lain. :)

Friday, January 13, 2017

A Brief Throwback To 2016

Simply, I don't remember small parts that ever happened in 2016. All I could possibly remember is how I finally started my new life as a freshman and how hard I struggled for it. 







2016 taught me to be resilient, tough and sorta things. I graduated from highschool without attending the graduation party due to family vacation. The year that brought me to meet new people, though some of them are outta expectations but I'm glad that I found those who helped me along the way till the end of 2016. Two-oh-sixteen taught me that nobody stays. No one will ever.







Thank you, 2016.