Monday, September 12, 2016

Serba Sendiri

Gue tau judulnya sangatlah terlihat miserable. Gue mau cerita gimana rasanya jadi anak rantau. Kalo kata orang, Jakarta-Malang itu jauh. Emang iya deng, it takes 15 hours by train to go here from Jakarta, vice versa. Sebenernya waktu gue masih sangat lengang, tugasnya belum sebanyak itu. Mumpung hari ini libur, jadi gue sempetin nonton W, melihat beautiful Kang Chul yang semakin, omo, I can't, dan juga nulis di sini. Sesungguhnya gue pengen nulis dari kemarin-kemarin, tapi males banget buka laptop. Nulis lewat iPad gak enak, balada orang males deh.
Jadi ini adalah lebaran sendiri edisi perdana. Sendiri. Maksudnya, gak sama keluarga besar, nggak di Jakarta. Gue gak tau harus bersyukur atau sedih karena liburnya jatuh di hari Senin, which means nggak ada kelas, yang mana matkul gue hari ini cuma 1, di siang bolong pula. Tapi jadinya gue juga gak bisa pulang ke Jakarta, yang tadinya di angan-angan gue bisa pulang ke Jakarta, lebaran di sana. Makan ketupat (because my granny always make ketupat & opor on any Ied day, unlike here). Beda sih. Setelah gue rasain pertama kali rasanya nggak punya tempat untuk makan enak yang nyediain ketupat dan opor, gue jadi ngerasain apa yang sepupu gue bilang, "jadi anak kos tuh makan daging 6 bulan sekali". Truth be told, iya, senestapa itu. Makan ayam aja udah alhamdulillah.
Yang gue rasain, kalo di sekitar rumah gue, kita masih ada silaturahim gitu ke tetangga-tetangga, walaupun nggak sebanyak kayak pas Idul Fitri, tapi tetep kerasa hype lebarannya. Kalo di sini nggak kayak gitu. Hari ini aja gue pagi-pagi cuma minum susu dan makan Chitato, sedih nggak :( (minta dikasihani). Gue kira, memes tentang anak kosan itu bualan belaka, ternyata, benar adanya. Sebenernya hari ini FISIP ngadain makan gratis dan gue berencana dateng, kapan lagi coba makan daging gratis? HAHAHAHAHA

No comments:

Post a Comment