Sunday, October 18, 2015

Best birthday presents, ever!

I received such an adorable gifts this year. Since my reading mood was back and all I wanna do is get rest and read good books, my Paps and my sister bought me the useful-lovely-mesmerizing stuffs, ever. So me and my Paps and also mom and bro went to the dunya version of Jannah called bookstore and Paps bought me these. Well actually I picked 'em out but Paps paid it as well. I got my top three been-on-my-lists-for-months! Sabtu Bersama Bapak, Dilan 1990, and Dilan 1991. And don't forget the SBMPTN Soshum book, since I wanna get into German Literature next year. Hopefully UI will invite me out, soon. Can I get an amen for that? Aamiin.

My sister, well she's my cousin, gave me the same thing, book titled "The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shiddiq" well maybe because she wants me to be more faithful. HEHE. No one is way much better than those who give such an useful thing for life.

Yang kebaca baru Sabtu Bersama Bapak. Oh well, tugas banyak menanti. Tadi siang aja gue ngerjain tugas sampe gemeteran, karena berasa kayak beneran dikejar. Literally shaking and sweating. Atau ada faktor gue belom mandi juga jadi kayak gitu. Bisa jadi sih. Terus gue mencari-cari tanggal merah lagi, sadly there are none. When will I rest this evaporating soul and mind other than on weekend?

Looking forward to graduation. But highschool gave me such an exquisite moments every second, and life-learning every hour. I'm simply thankful for every ups and downs Allah gave me.

Agak melenceng ya topiknya, cuma akhir-akhir ini lagi mau ngomongin kehidupan aja. Bukan love life, kalo kata sepupu gue gak usah pacaran, nunggu aja siapa yang ngelamar. Ya, liat ya. Liat aja apa yang bakal terjadi.

Friday, October 16, 2015

Bersyukur

17 di 16. Iya, hari ini gue nambah umur. Kalo ditanya seneng, jujur gue biasa aja. Dibilang sedih pun ya nggak sedih juga. Kalo kata anak-anak kelas, kesempatan gue untuk hidup makin sedikit. Tapi gue personally mikir kalo ini umur yang dikasih Allah buat gue lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan gue berdoa semoga umur ini bisa memberi lebih banyak berkah, dari yang terduga maupun tidak.Gak usah tanya hari yang gue lewatin kali ini gimana. Gue ngerasa kok kalo gue udah mulai belajar banyaakk banget pelajaran-pelajaran kehidupan yang sebelumnya sangat gue nggak peduliin. Mulai mengerti apa arti dari ikhlas, sabar, memilih mana yang baik ataupun buruk, mencoba menjadi pribadi yang nggak cengeng dan nggak terlalu terbuka. Karena kalo menurut orang-orang yang udah gue tanya, muka gue itu penuh dengan cerita, dan ya gue emang selalu pengen cerita. Egois. Gue udah mulai mengerti kenapa orang berubah dan menerima kalo orang itu berubah, mulai ngerti kalo orang itu gak selalu sesuai dengan ekspektasi, mulai mikir kalo gue nggak bisa ngandelin orang lain dalam hidup gue. Menjadi independen itu penting, apalagi buat cewek-cewek yang biasanya dianggap lemah. Jujur sih, gue mencoba menjadi semandiri, seindependen, setertutup, segala-galanya yang emang harus gue maksimalin, tapi awalnya susah. Gue juga masih kelok kanan-kiri, kadang menganggap segalanya gampang diraih, ngegampangin waktu banget, masih mikirin yang sebenernya nggak perlu gue pikirin. Masih sangat amat jauh dari wanita cerdas, karena sungguh gue pun merasa kalo gue emang nggak cerdas. Yang gue sadarin adalah kalo makin ke sini, keinginan gue untuk baca banyak banyak banyak banyaakk buku itu makin bertambah. Gue harus bersyukur akan hal itu, tapi juga sedih karena banyak juga waktu yang kesita karena ini adalah tahun terakhir di SMA. Gue belom ngerasa jenuh sih, tapi gue udah ngerasa capek. Capek mulu sih dari kelas 10. Jelas.

Intinya, gue bersyukur banget buat dikasih kesempatan lagi sama Allah untuk lagi dan lagi bersyukur, lagi dan lagi merealisasikan mimpi, lagi dan lagi untuk segala rezeki yang bener-bener nggak terhitung. Gue sangat amat bahagia, walaupun bahagia nya gue sekarang itu sangatlah nggak muluk-muluk, even little things count!