Tuesday, January 24, 2017

" we will still remain as friends, won't we? "



i startled.

i wish fate didn't make us as friends,

but

as lover.





i love you.



" yes, we will. "




i said. reluctantly.







Sunday, January 22, 2017

The Year of Taking Risks

Hai. Akhirnya gue nulis lagi. Ini hari ke-4 gue di rumah. Libur semester got me spending my savings on foods yet my energy gone wasted zero. Gue cuma mau cerita how I plan 2017 to turn out like, karena as we all know (well, it's actually only myself), 2016 was a heartbreaking slash exhausting yet in the end it makes me happy slash year dan rasanya juga agak hambar karena gue banyak berkutat di akademik doang. Jadi di 2017 banyak harapa-harapan yang berupa non akademik, atau bisa dibilang lebih ke melancarkan soft skill dan looking for another kind of interests of mine. Ngomong apa sih. Intinya gue mau menguak sisi dalam diri gue yang selama ini terkubur. Since 2017 is the year of taking risks and I'm challenging myself to do it.

Pertama-tama, gue belajar. Belajar. Ngendarain. Motor. HAHAHAHA. Malu ih ceritainnya. Jadi gue pernah punya kejadian yang super menyeramkan, which is jatoh dari motor because I couldn't differentiate which one is the brake, which one yang buat ngegas. Singkat cerita, gue nyusruk. Hebatnya, gue nyusruk bertiga karena gue boti atau bonceng tiga, hehe, kecil-kecil alay. Btw itu kelas 4 SD. Gue nyoba ngendarain lagi kelas 9 SMP, berdua sama temen gue. Yet, gemeteran. SMA gue sama sekali tidak menyentuh itu karena gue pas SMA anaknya nggak penasaran aka nggak mau nyoba yang aneh-aneh karena my highschool life was insane dan gue gak mau bikin geger lagi. Akhirnya, gue memberanikan diri buat ngendarain motor lagi pas kuliah ini karena, maaaan, di Malang kalo nggak punya kendaraan rasanya merana (lebay) (tapi serius sih), karena gue mageran gitu kan. It takes 15-20 minutes from kos to FISIP, berhubung kadang gue males jadi kadang gue naik Gojek which will only take 5 mins. Semager itu loh. Terus gue suka nggak ada tebengan kalo misalnya main, kecuali main yang jalan-jalan ke coban gitu karena nggak bakal ada cewek yang bawa motor, only boys are allowed. Kalo gue main, maksudnya misalnya segeng mau main ke mana, suka kurang motor, suka kurang personil, jadi dengan mampunya gue ngendarain motor yang mana nantinya leads me to dikasih motor, gue jadi bisa jalan-jalan seenak jidat, HEHE. Intinya sih, jadi nggak perlu ngeluarin banyak ongkos buat gojek (eh padahal kayaknya murahan gojek) dan belajar menjadi wanita independen, yea.

Belajar versi gue yang kedua adalah belajar main ukulele. Walaupun gue sekarang punyanya masih gitar mainan yang 4 senar, gue tune aja supaya mirip ukulele. Jadi gue bercita-cita buat beli ukulele terus dibawa ke kos, kalo ada waktu senggang, nyanyi-nyanyi sendiri, recording (padahal suara dan skill main gue 0) (ini bukan merendah untuk meroket). Setidaknya gue ada sisi artsy nya sedikit, karena gue gak bisa gambar, sama sekali. Apalagi melukis. Gue disuruh mewarnai aja sering keluar garis. Why.

The third is belajar bahasa jerman lagi. Seriuuuuuuuuuuus. Pengen banget. Gue sejatuh cinta itu sama belajar bahasa, dan bahasa Jerman itu lovable. Maksudnya gini, bahasa Jerman emang susah. Tapi gue pengen bisa ngomong dan nulis fasih dalam bahasa itu, makanya gue pengen banget lagi belajar bahasa Jerman, since woooooy keren banget kan when you can speak more than 2 languages, hehe.

So far, gue baru kepikiran dengan 3 ide ini sih. Yang baru terealisasi 2 ide pertama, karena yang ketiga somehow susah buat nyari wadahnya. Terus gue berharap, when this year ends, I'll turn out to be the brand new me, pokoknya lebih pinter (academically and non ones) terus lebih dewasa. Nggak muluk-muluk sih sejauh ini. Oh iya, sama menjadi bermanfaat bagi orang lain. :)

Friday, January 13, 2017

A Brief Throwback To 2016

Simply, I don't remember small parts that ever happened in 2016. All I could possibly remember is how I finally started my new life as a freshman and how hard I struggled for it. 







2016 taught me to be resilient, tough and sorta things. I graduated from highschool without attending the graduation party due to family vacation. The year that brought me to meet new people, though some of them are outta expectations but I'm glad that I found those who helped me along the way till the end of 2016. Two-oh-sixteen taught me that nobody stays. No one will ever.







Thank you, 2016.

Thursday, October 13, 2016

Gue takut.

Gue takut masuk ke dunia orang yang baru gue kenal, berjalan ke dalamnya, mengusik masa lalunya.

Gue takut menjadi ekspektasi belaka dia, tapi realitanya nggak begitu. 

Gue takut ketika orang menaruh harapan pada gue, lebih daripada apa yang gue kira.

Intinya, semakin gue tua, gue semakin sadar bahwa membuka diri terhadap orang baru nggak semudah yang lalu-lalu, dan gak semudah itu membangun jembatan kepercayaan kepada orang baru. Menaruh harapan, menaruh semacam rahasia, bukan sebatas cerita dan luapkan semua, tapi cerita, ingat, dan jaga baik-baik, ya.