Tuesday, December 09, 2014

Creepy day indeed

Entah gue harus seneng karena UAS selesai, atau sedih karena gue remed banyak.

Gue makin gak ngerti sama diri gue, kenapa diri ini banyak maunya pas saat waktunya belajar, dan giliran punya waktu kosong, speechless saya *efek nonton 7 Hari 24 Jam*. Hari ini hari terakhir UAS, berhubung gue, Ajeng, Nuhi, dan Venna adalah manusia adventurer *cih gitu*, dan gatau mau ngapain, pulang tanpa tujuan, akhirnya ke Tamini, mau nonton. Kita nonton filmnya Dian Satro yang baru, ya gimana ya, anak muda latah banget sama artis baru/artis yang booming lagi, berhubung AADC booming lagi, dan Dian Sastro pemainnya, kita jadi penasaran sama film-filmnya Dian Sastro yang lain. Yaudah, akhirnya kita nonton, sebelum nonton pada sholat dulu. Dan, semua berawal dari sholat ini.
Pas kita semua nyampe di musholla, kebetulan gue lagi gak sholat, jadi disuruh ngejagain tas anak-anak yang mau wudhu, tau kan kal youngsters itu emang rumpi, dan kita emang diliatin sama seorang ibu-ibu semenjak kita masuk musholla.Kata temen gue sih gitu, gue gak merhatiin, karena gue emang gak suka liatin muka orang yang ada disekitar. Terus, kita sempet ngobrol gitukan tentang sesuatu yang gue lupa sebelum mereka wudhu, terus ibu-ibu yang ngeliatin kita malah marahin kita. Dan sungguh, ketika yang lain wudhu, gue yang kena amuk. Typical ibu-ibu kalo lagi ngamuk itu, walaupun masalahnya cuma 1, tapi diomonginnya panjang lebar. Iya, kita berisik. Kedua, temen gue naro kaos kaki di atas sajadah (tapi yang bagian kakinya gitu), terus dibilang sama ibunya kalo temen gue naronya dilempar, katanya gak liat orang lagi sholat. Temen gue mikir, berarti dia sholatnya gak khusyuk dong, bisa liat kaos kaki dilempar-lempar yang jelas gak di depan pandangan dia. Dan lagi-lagi, gue yang kena amuk. Sungguh, kalo gak ada orang lain disitu, gue pengen bales semua hujatan dia, gue pengen buat dia tengsin. Ibu-ibu itu bilang kita kayak bukan anak terpelajar, jelas-jelas pake seragam, LEUH. Terus ibu ibunya pake menyangkutpautkan dengan dia membayar sewa untuk musholla itu, dan lagi-lagi, sama temen gue diginiin, "gak ikhlas banget kayaknya pake diumbar-umbar segala." Semenjak selesai sholat sampe pulang, pasti ngungkit cerita ini terus.
Abis sholat kita ke McD, kita beli Fanta Float sama McFlurry, terus balik keatas, dan nonton dengan tenang. Abis nonton, kita tadinya mau pulang, tapi gue ngajak mereka makan dulu, berhubung gue bingung kalo dirumah mau ngapain. Yaudah, kita makan ada kali satu setengah jam, ngobrolin macem-macem. Abis itu, pada sholat. Tapi kali ini di tempat yang berbeda, in case ketemu ibunya lagi. Sampe diatas, pada sholat kan tuh, terus 10 menit sebelum adzan Maghrib kita keluar dari masjid, kita main-main diatap Tamini. Lebih ke ngobrol sih, sambil mandangin langit, lucu kan. Kita berhenti ngobrol sampe salah satu dari kita dinyamukin, dan dia doang yang dinyamukin, gak ngerti lagi. Abis itu pada sholat Maghrib, abis sholat Maghrib kita pulang. Dan insiden disini lebih serem lagi, jadi, pas mau turun ke lantai bawah, kan harus naik eskalator, dan di deket eskalator itu ada laki-laki, gue gak jelas mukanya gimana. Mata gue emang kayak ngeliatin dia gitu, tapi sesungguhnya, gue merhatiin tempat karaoke dibelakang dia persis. Dan saat itu pula, dia manggil "Halo adek" terus gue langsung parno, panik-panik ajaib. Gue langsung cepet-cepet naik eskalator. Gue disitu udah panik *serius*, dan gue bilang sama temen gue, "Dia ada?" dan ternyata, dia cuma beda 2 tangga dari tempat gue berdiri. Gue makin panik, parno, gue cepet-cepet lari dari eskalator, pokoknya gue cuma pengen menjauh. Gue lari, kita semua lari. Gue takut kita diikutin, lari terus lari lari, sampe akhirnya keluar Tamini. Keluar Tamini pun masih parno, gue masih takut kalo kita ternyata masih diikutin. Tapi alhamdulillah, akhirnya gue sampe rumah juga, yang mana buktinya gue nulis cerita ini. :")

Friday, October 31, 2014

Alhamdulillah

I got my mid-test report card this afternoon!! You need to know about this, I don't pass all my science studies since I think I'm not passionate in science. After all, I remember I've got some other times to fix the mistakes and don't make it twice. I also got results, which is from "my character" test. It's a psychology test, where you are being fingerprint-tested. And the result is kinda clumsy, I see some oddities which is not really describe myself. My cousin said, that fingerprint-test is quite inaccurate. Let's see the best part. The test result showed me my passion, which I wanna say, they recommended me to major literature next time. Well, let's see, I'm leading myself to something that I passionate about.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yaa Allah, take me away from everything that hesitates me, as You know, I've always been in hesitation while deciding my own fate. Take me away from everything that I could attach to, but it's not for me in the end. Yaa Allah, show me the right path to go to your heaven. Yaa Allah, open my heart, in order to see the great in the bad. Yaa Allah, I know your plans are way much better. Yaa Allah, if everything would be taken away from me, just don't. Just take me away from my surroundings, because without them, I wouldn't be like this. Yaa Allah, I feel alhamdulillah for yesterday, for today, for everyday, I don't know what ways must I do to praise you more. I'm sorry for being such an ungrateful ones. Alhamdulillah yaa Allah :) 

Saturday, October 25, 2014

C H E M I E

Halllllo!! It's been weeks since my last post. Setelah akhirnya menyelesaikan uts yang ada, yang ternyata hasilnya doesn't turn out as I wished. Dan yang harus digarisbesarkan disini, selain gue mau take International Relations as my major (in syaa Allah, doain yaa!!), I also want to major literature. Mau sastra inggris, tapi sangat banyak peminat sasing, mungkin sastra jerman!! Doain teman-teman semua.
I'm here to tell you, I miss my guru privat kimia, she's way too gaul to teach me, diaaaa seruuuu banget, but she's far away from my town. She's now teaching kids in Nunukan, Kalimantan Utara. Dia terlalu keren, dia bisa membuat gue jago kimia (soalnya nilainya jd meningkat gitu), terus pas gue naik kelas XI, she said she couldn't teach me more, no more. Karena dia ikut program pemerintah. Dan gue sedih. Banget. Gue langsung mikir, apa kabar dengan kimia gue nanti, apa kabar dengan bab bab kimia di kelas XI, yang obviously gue harus belajar mandiri? Mmm, singkat cerita, nyari guru privat baru dan dapet. Baru pertama kali diajarin gue udah gak sreg, ya maaf, anaknya emang picky.
Dan sedihnya, guru kimia gue ketika kelas XI dan kelas X itu beda, yang guru kelas X kalo ngajarin tuh getol, enak banget, mudah dimengerti, kocak, seru pokoknya, huhu, kangen :( pas kelas XI, gue berasumsi bahwa guru ini cum laude dulunya, karena honestly, dia gak bisa ngajar. Disini gue gak stereotype orang yang cum laude gak bisa ngajar kok, no offense✌️. Untungnya, si guru gue kelas XI ini ada yang ganttin aka guru PPL sampe November nanti. Mereka juga abis ikutan program pemerintah itu!! Sama kayak guru privat gue, dan sungguh, gue lebih ngerti dikit walaupun kalo ulangan remed-remed juga. Gue jadi pengen nangis remed mulu. 

Sunday, October 05, 2014

Me-time

Ini udah sangat lama gue gak me-time. Me-time disini adalah memanjakan semua keinginan yang ada, seperti tumblring, blogging, nonton film di megashare!! (super lengkap guys, recommended), dan lain-lain. Me-time gue juga bisa dibilang memanjakan lidah, seperti menjajakan semua makanan yang ada ke dalam mulut. Me-time itu sangat amat susah sekali dilakukan because of school shits are taking over. I'm not gonna say bad word(s) anymore.
Me-time that I just had berupa menonton 1 film, yaitu Carrie. Genre horror, tapi gaada horror nya :"). Gue kira Carrie itu setan, ternyata, dia hanya seorang anak berkekuatan telekinesis, yang ketumpahan darah babi pas lagi prom, lalu ia menjadi seperti setan. Liat aja cover filmnya, ternyata fotonya pas lagi dia ketumpahan darah, but over all, I'm impressed. One moral message from Carrie movie is, jangan hamil diluar nikah seperti temennya yang ada di scene paling akhir, karena ditakutkan anak yang lahir itu bukan anak, tapi tangan Carrie yang berdarah. Sip.
Tadi pagi gue kumpul keluarga, di rumah eyang, dan seperti biasa ngomongin pendidikan. Harga mati banget, gue mau International Relations and Peace Study nya APU!! Aaaammiiinnn :"), doain ya teman-teman, aku akan kembali ke EF dalam beberapa hari lagi, dan belajar untuk menulis essay, because I wanna make this worth the wait. Impian gue emang kayaknya extreme banget, jangan distract me, karena I've been through those hard times where my dreams are being denigrated with my closest ones. Stop shredding my heart, I'm so sad, you know.
Ngomong-ngomong, adek gue sekolahnya boarding school, dan dia usually get back to house on weekend. If you wanna know how I define happiness&peaceful: no brother, no noises, imma be great. Having a very annoying yet so resentful brother is such a blessing? Yes, I admit it. But in the mean time, he's going to distract all activities I do. My parents really need exile to somewhere, farmland gapapa, just like this.


Hannah, you have the most comfortable, peaceful
exquisite hometown, ever!!


Akhir dari curhat saya hari ini, tolong exile saya ke hometown Hannah Montana. Assalamualaikum teman2, selamat hari sapi&kambing.