Saturday, July 30, 2016

Anxiety? Insecurity?

The quirkiest post I've ever written & posted, if you find it weird--please, I got it, but I beg you to understand my so called fear, not really, more like insecurity.

So I found myself got lost in a world called insecurity. Since when did this thing control me, I couldn't find the answer. All I know that I'm afraid of not being enough, let's say, smart enough, pretty enough, attractive enough, and else. I do afraid of what people would say about me, which I really find it annoying too, meanwhile in this universe, we live the way we want to, without hesitating of what others would say, but I, I give a shit about what others say about me. "Oh this girl's sooo overconfident, she be like uploading selfies 24/7 but look, she got flat nose, slanted eyes, clearly not smooth face and *mention any imperfection here*. Call me an over-thinker, excessive kind of person, label me with those, because I am. I never really felt the impact of world's beauty standard until late these days. I know nobody's perfect, I know beauty is only perspective, hella perspective, but is it even wrong for me to wanna be impressed as "good looking" to people? Or, don't you guys wanna?

I have this strange feeling whenever I posted a picture of me, let's say, selfie. I am not fond of taking selfies, I don't, well, I used to back then in junior highschool, but for now, what for? Who to impress? Selfie is deceiving for me, I don't want people to be deceived of my looks through the selfies I took. Even though selfies aren't always looking good, but we're looking for the best angles of us, you can't disagree with me this time. If you say I'm not conforming myself to look good, the heck what you say. I may not went to skin clinic center once a month, nor hair salon to make my hair look good (oh what for though, it's covered by hijab, thankfully), but I did a little touch of makeup, and whenever I'm fully polished, do you think I'm confident and ready enough to conquer the day in front of me? Simply, no. I never put on too much makeup, since my makeup kits only consist of sunscreen, compact powder, and lip stuffs (I do have BB Cream but I think it's quite heavy to be used for daily makeup). And, do you know what people would say whenever us, women, put on too much makeup on daily basis? They got judged. How about those who goes naturally? They got judged also. 

I really--really beg you to stop judging people (especially women) by their faces, by their physical looks, not to be hypocrite, yes, I do judge people by their looks first, we all do, but do you know what have they done until they got their current physical looks? Do you know what kind of pressures have they gone through until they're confident enough to go out? No one's ugly, everyone's pretty for themselves and for those who think they are. :)


Monday, July 25, 2016

Life As A Singer, no?

Kayaknya sekarang gue punya gambaran kalo jadi penyanyi gak cuma sekedar nyanyi, menghibur orang, dapet uang. Apalagi kalo mereka ada gigs di luar negeri/kota yang kalo tempatnya bagus, sekalian bonus liburan. Enak ya, nyanyi (even though it's not easy), jalan-jalan, kerja sambil liburan, I guess? Jadi sore ini gue baru nyampe Jakarta dari Surabaya. Surabaya panas? Hell yes. Tapi gue kedinginan mulu di sana. Mulai dari di pesawatnya, di taxi menuju hotel, di hotel, di mallnya (berhubung hotel gue sebelahan persis sama mall, kalo orang Surabaya asli, kayaknya tau gue nginep di mana), di mobil temen gue, di mana-mana gue kedinginan. Ini gue yang norak apa gimana, tapi pas gue di Malang yang logikanya udaranya lebih adem, gue gak sekedinginan itu pas di sana. Sebenernya ujian mandiri kali ini banyak banget bonusnya, mulai dari gue malah jalan-jalan ke kampus orang, ngemall 2 hari berturut-turut, bisa bubble bath di hotel HEHE sooo happy, tapi gak bisa berenang sih, sedih. Gue mau cerita pengalaman selama di Surabaya aja ya, karena pas di Malang, gue gak ke mana-mana, nanti pas kuliah gue ceritain kok gue ke mana #KitaSatuBrawijaya, #PUSAKA54. Eaaaaaaaa sekarang udah bisa pamer.

Jadi pas di Surabaya, hari pertama dateng, gue langsung straight to the hotel, sungguhlah, macet juga, apa bedanya sama Jakarta? Kendarannya gak sebanyak di sini sih, tapi tetep aja. Terus check in, lalu sore-sore keluar nyari makan. Akhirnya kita makan di rumah makan Soto Kediri gak jauh dari hotel, so far so good, dan mulai dari situ, gue pengen makan soto terus. Terus abis dari Soto Kediri, pergi ke mall yang menurut gue perpaduan antara Kota Kasablanka sama MKG. Ibu gue nyari sepatu karena sepatu yang dia pake bikin kakinya sakit. Udah tau sakit, malah dipake, kan heran?!

Hari kedua itu hari gue tes UNAIR. Ini entah karena gue tidurnya kemaleman atau soal nya bikin ngantuk, gue ngantuk banget pas ngerjain. Kayaknya faktor yang pertama sih. Truth be told, gue ngerjainnya gak serius, dosa ya. Dan di situ akhirnya gue merasakan teriknya matahari Surabaya. Rasanya kayak ada di Merkurius deh waktu itu, lebay HAHA maaf. Setelah tes, gue ketemuan sama calon-calon dokterku (Almira & Dita) weehee dan dijemput supir travel Surabaya (Aldio) buat nyari makan siang. Kita makan di Ayam Primarasa dan setelah makan kita ke kampusnya supir, ITS! Kereeeeeeeeeeen banget sih kampusnya, adem, menahan matahari masuk ke daerah kampus dengan pohon super banyak. Namanya juga Ecocampus. Kalo gue bisa Fisika & Matematika, gue bela-belain deh kuliah di sana. Terus kita ke gedung teknik sipilnya dan dalemnya ada simulasi rel kereta api, dan gue, Almira sama Dita terkesima. Terus kita keliling ITS, datengin dari fakultas satu ke fakultas lainnya. Di fakultas perkapalannya bagus, ada miniatur mesin kapal gitu ya norak ya maaf, overall kampusnya bagus dan adem. Terus gue digigit nyamuk, ini serius penting karena sekarang badan gue rada anget dan sempoyongan, takut DBD. Pulang dari ITS kita ke warkop, yang ini gak penting sih, duduk-duduk doang. Abis itu gue, Almira dan Dita pulang. Mereka mau ke Tunjungan Plaza, gue balik ke hotel, supir travel jemput sodaranya ke bandara. Pas gue nyampe hotel, ibu gue ngajak ke mall (lagi) karena dia kelaperan. Gue nya udah kenyang. Jadilah akhirnya keliling mall lagi. Kalo ada orang yang bilang kakinya rasanya mau copot, sungguh, itu bukan lebay atau gimana, emang pegel banget cuy. Mohon mengerti.

Besoknya, which means hari ini, gak ke mana-mana karena flightnya jam 11:50, terus keluar hotel jam setengah 9an, dan kalian harus tau, jadi sebenernya pesawatnya pada delay. Tapi delaynya bukan di waiting room, di dalem pesawat, di runaway, karena rame banget di Juandanya, jadi take off nya gantian dan itu lucu banget sih, pesawat berjejer dari depan ke belakang. Lagi-lagi gue kedinginan di pesawat, norak kan. Udah deh, perjalanannya kira-kira seperti itu. Mungkin ada yang kurang tapi gak tau apa karena gue lagi pusing sekarang.



Sunday, July 17, 2016

I guess I would left this post untitled, since I haven't found the exact one.

Jadi gue sebenernya lagi sedih karena dipikir-pikir, gue gak bakal ketemu lagi sama temen-temen SMA gue, literally will never, since tanggal 19 gue tes UM Uni Brawijaya (doain ya!!) dan tanggal 24 gue tes UM UNAIR (doain lagi ya!!) dan pengambilan BTS itu tanggal 19. SMA really taught me anything, baik dari transisi gue dari waras ke gak waras (fase tersusah dalam hidup karena gue salah jurusan), dari gue yang clueless about life ke akhirnya tau sebagian besar (gak juga sih), dan lain-lain yang gue males sebutin karena gue males mikir. Gue sangat--sangat beruntung dimasukkan ke sebuah perkumpulan kecil yang isinya super awesome (kalo kata gue) karena ini pertama yang gue temuin. My very crazy trips & adventures started here. Mulai dari ke Dufan pake seragam HAHAHAHAH malu sendiri gue nulisnya, ke Jungleland bertiga, pulangnya numpang stranger, literally stranger yang ketemu di pinggir pintu sebelum masuk tol, ke Dufan lagi bikin annual pass dengan gue gak bawa uang sama sekali dan akhirnya dipinjemin temen sendiri, dan hal-hal lain yang sebenernya banyak cuma I have short term memory jadi maklum aja. Mulai belajar kalo sebenernya gue bisa suka sama orang lebih dari 3 bulan (I had a crush on him when I was in grade 10 sampe kelas 11 looooooool malu, cuma I never made a move, neither him, we've never been a classmate hwhw). Bertemu sama seorang laki-laki yang sekelas sama gue pas kelas 11 dan turned out he really sucks, sangat tidak sepaham sama gue dari dulu, bahan gue katain dari dia mulai biasa aja sampe dia kesel sama gue, yang LINE nya pernah gue block karena dia nyebelin banget, pernah bikin gue sakit hati dulu, terus ternyata pas udah lulus mulai bisa sepaham karena gue semakin realistis (dia sangat realistis, tapi gak dalam masalah percintaan), ternyata kita suka sama 1 orang penyanyi yang mana sangat jarang terjadi dalam kehidupan gue karena my music taste's soooooooooo boring dan ya penyanyinya adalah.........Shane Filan. Masa kejayaan gue semasa SMA itu pas kelas 11 karena selain kelasnya seru, gurunya juga asik, tugasnya dikit, gue inget banget pas mau UAS kimia, gue gak belajar........sama sekali. Udah tau kimia harusnya ngerjain soal, gue cuma baca-baca rangkuman hitungan buku temen gue, oon emang. Tapi toh akhirnya gue terseok-seok ngurusin remedial akhir semester, capek gue mondar-mandir ke kelas orang, mikir, udah mau meledak rasanya waktu itu. Pas masuk kelas 12, gue bersyukur dikit karena sekelas sama yang setidaknya gue kenal deket dan bisa diajak kompromi karena serius deh, isi murid kelas 12 gue itu sangat--sangat--ah sudahlah. Kalo ditanya paling nggak seru kelas berapa, ya kelas 12, karena gue mau UN, kelas gue sangat tidak kompak (gue juga males sih menyatukan diri, gue makin tua makin individualis), rasanya pengen cepetan lulus karena eeeee gila atau gak balik aja kek ke kelas 11. Terus gue akhirnya beneran lulus, ih senangnya, mana gak ikut wisudaan soalnya gue liburan HAHAHA waktu itu gue lagi nanjak (bukan nanjak gunung tapi nanjak bukit, capek banget ya Allah, rasanya gue lagi ditungguin sama malaikat pencabut nyawa di peak of the hill gila). Sebenernya kayaknya lebih daripada ini karena ini cuma hint dari masa SMA yang serunya pas awal-awal dan kelas 11 doang hehehehehehe.

Thursday, June 30, 2016

Isinya Curhat

Gue gak tau apa yang Allah lagi persiapin buat gue. What joke is He playing on me. Pertama banget, gue bermimpi kuliah ke Jepang, di APU tepatnya. Ter-se-pengen itu sampe ikut workshopnya, sampe pulpen gratisannya gue sayang-sayang, sampe udah minta katalog dan formulir juga, terus gak dibolehin sama papa karena takut masalah finansial gak ke-keep up. Jadi gue mundur. Padahal ada pilihan beasiswanya, dan gue udah gak boleh sebelum nyoba. I am not going to blame on that. Karena ternyata kayaknya gue gak bakal sebisa itu, belajar studi yang gue mau sama belajar bahasa Jepang karena tuntutan tempat tinggal. Akhirnya, goodbye APU, I'll see you whenever I see you.

Kedua adalah gue disuruh nyoba Sastra Jerman UI. Oh pertamanya gue sangat yakin gue bakal bisa, but then it turned out to be something really--really hurtful. Sampe detik pengumuman SIMAK, gue dinyatakan gak lolos di pilihan yang sebenernya gue sangat enjoy belajarnya, tapi gue sadar, kecintaan gue terhadap bahasa Jerman cuma sebatas bahasa aja, gak mendalam sampe sastranya, dan mungkin dari itu, Allah gak ngasih gue izin kuliah di Sastra Jerman UI. Sedih? Ya pake nanya. Gue merengek-rengek di tangan ibu gue tadi. How do I heal my wound? Nonton Running Man, ilang bentar.

My biggest fear has come. Gue lagi dalam kebingungan gue mau kuliah di mana. Gue mau ikut mandiri-mandiri PTN lain, dan semoga aja salah satunya adalah rezeki gue, yang sebenernya dari awal gak gue pernah sadarin. One of my friends told me, "It's alright Naf, I've been through that phase, yours shall pass too" dan banyak kalimat-kalimat penyemangat yang masuk sore ini ke LINE gue and I'm really thankful for that.

Terima kasih kalo baca. Udah dibilangin isinya curhat.